Satu Kambing Qurban Untuk Rame-Rame?


Ada yang bertanya kepada Ustadz Farid Nu’man, alumni Sastra Arab Universitas Indonesia mengenai Qurban patungan. Memang hal ini menjadi sebuah kontroversi di sebagian masyarakat kita.
Tanya: Ust., mengenai Qurban kolektif dalam rangka belajar, misal perorang nyumbang Rp 10.000. Bagaimana Tuh?

Jawab: Dalam kitab Al mausu’ah Al Fiqhiyah Al Kuwaitiyahtertulis: Telah shahih bahwa Rasululah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berqurban dengan dua ekor kambing kibas. Satu kambing atas nama dirinya, dan satu kambing lainnya untuk orang yang belum berqurban di antara umatnya.

nah, nabi pernah berqurban 1 ekor kambing kibas atas nama umatnya yang belum berqurban. sederhananya, 1 kambing atas nama orang ramai.
Menurut keterangan ini maka boleh saja yg terjadi disekolah2 itu, siswa diminta infak misal 10 ribu rupiah, stelah erkumpul dari ratusan siswa barulah dapat 1 ekor kambing. ini sama 1 kambing atas nama ramai-ramai itu.
Dalil lainnya, dari ‘Aisyah bahwa    Nabi berdoa menjelang menyembelih kambingnya. Bismillah Allahumma taqabbal min  Muhammad wa aali Muhammad wa ummati Muhammad …
Bismillah, Ya Allah, terimalah qurbannya Muhammad, keluarga Muhammad, dan umat Muhammad …
jadi, 1 ekor kambing yg dia sembelih tapi dia berdoa untuk umatnya …
Tanya: Ust. Ada warga yang menyatakan bahwa shadaqah itu untuk fuqara dan masakin.
Nah, karena warga telah bershadaqah patungan untuk membeli hewan qurban,
Maka untuk warga yang bukan fuqara dan masakin tidak boleh memakan daging kurban yang patungan itu?
Jawab: Seluruh umat Islam berhak mendapatkan daging qurban tersebut, termasuk yang berqurban. Tentunya yang mampu berqurban bukan fuqara dan masakin bukan? Ini adalah aturan syariat, bahwa daging hewan qurban adalah hak semua umat Islam, tidak ada asnaf seperti para mustahiq zakat.
Tapi, memberikan sedekah kepada fuqara dan masakin memang lebih utama diberikan dibandingkan lainnya.
Wallahu A’lam

3 thoughts on “Satu Kambing Qurban Untuk Rame-Rame?

  1. yoi fren belajar dan beramal itu penting jngan lah hidup dlm kebodohan dan kemiskinan jdi alasan untuk tdk beribadah bukan bgtu teman teman ku semua jngan lupa besok kamis pda puasa abis itu kita rayakan idul adha dan bakar sate.

  2. Pak Anonymous, memang jika melihat juduln artikel ini seperti ada perdebatan. tapi setidaknya di artkel ini sudah dijelaskan bahwa Rasulpun berqurban satu kambing yang diniatkan untuk umatnya yang belum berqurban.
    Oh ya maaf, mau koreksi sedikit.
    1. Bunyi hadits yang ditulis seharusnya innamal a’malu binniat.
    2. Belajarlah kamu sampai ke negeri China. kabarnya hadits ini lemah, tapi bisa untuk memotivasi untuk menuntut ilmu.
    3. Arti hadits yang tepat “Tuntutlah ilmu dari mulai buaian hingga liang lahat”. Jadi menuntut ilmu sepanjang hayat.

  3. Sebenernya dalam hal kebaikan dan kemaslahatan umat tidak perlu diperdebatkan dasar hukumnya selama tidak mendatangkan kemudlaratan, yang pada ahirnya bisa-bisa menimbulkan perpecahan dan ahirnya yang tadinya niat mau berbuat baik jadi batal utk melaksanakan niatnya,, padahal Rasulullah telah bersabda Inna A’mallu bilniat,,,marilah kita segerakan kebaikan yang diniatkan dan jangan ditunda-tunda,,,memang dalam beramal harus tau ilmunya, karena amal itu akan sia-sia tanpa ilmu,,namun jangan karena itu menghalangi kita untuk berbuat baik,,kita semua dlm proses belajar,,,nabi Muhammad SAW bersabda ” Belajarlah kamu sampai ke negri China,,Belajarlah kamu sampai ke liang lahat”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s