Khutbah Idul Adha 1433 H di Vila Gading Permai

Oleh: Mumu Munawi, S.Pd.I

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الله أكبر X9
الله أكبر كلّما أحرموا من الميقات ولبّ الملـبّون وزيد فى الحسنات. وكلّما باتوا بمزدلفة وأفاضوا إلى منى ورموا تلك الجمرات.
الله أكبر X3 لا إله إلاّ الله والله أكبر. الله أكبر ولله الحمد.
الحمد لله الّذي خلق آدم بيده من صلصال كالفخّار. ثمّ استخرج ذرّيّته وبثّ فى سائر العالم أحمده ونشكره على نعمه القويم. أشهد أن لا إله إلاّ الله وحده لا شريك له وأشهد أنّ محمّدا عبده ورسوله. اللّهمّ صلّ وسلّم وبارك على سيّدنا محمّد وعلى اله وأصحابه الّذين أذهب الله عنهم الرّجس وطهّر.
أمّا بعد. فيا أيّها المسلمون رحمكم الله! أوصيكم وإيّاي بتقوى الله وقد فاز المتّقون. واعلموا أنّ يومكم هذا يوم فضيل وسمّاه يوم النّحر. وتقرّبوا إلى الله بالذّبح

Ma’asyiral muslimin wal muslimat jama’ah idul adha yang dimuliakan Allah SWT
Pada pagi hari yang berbahagia ini, marilah kita memanjatkan puji serta syukur kita kepada Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan kepada kita semua dengan senantiasa memperbanyak membaca takbir, tasbih, tahmid, dan tahlil. Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan atas seorang hamba Allah sekaligus utusan-Nya yang sangat berjasa dalam hidup kita, seorang nabi yang tidak ada lagi nabi sesudahnya, yang mewasiatkan dua pusaka yang paling berharga bagi umat manusia yang menginginkan kebahagiaan abadi di dunia dan di akhirat; yaitu Al Qur’an dan As Sunnah, dialah yang mulia Nabi Muhammad SAW.

Ma’asyiral muslimin wal muslimat jama’ah idul adha yang dimuliakan Allah SWT
Ketika matahari terbenam di kaki langit sebelah barat pada akhir tanggal 9 dzulhijjah dan malam 10 dzulhijjah datang menghampiri gelapnya malam yang penuh berkah, berubahlah segenap perasaan kita sebagai muslim dari duka berganti suka, dan dari kesedihan berganti menjadi kegembiraan.
Seluruh umat Islam mengungkapkan kegembiraannya itu dengan mengumandangkan takbir yang bergema bersaut-sautan dari satu rumah ke rumah yang lain, dari satu masjid ke masjid yang lain, sebagai pertanda rasa syukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan rahmat yang telah diberikan-Nya secara berlimpah kepada seluruh umat manusia yang ada di muka bumi ini.

Ma’asyiral muslimin wal muslimat jama’ah idul adha yang dimuliakan Allah SWT
Sebagaimana kita ketahui bahwa syari’at qurban dimulai dengan adanya peristiwa dimana Allah menguji keyakinan dan pengabdian serta kepatuhan Nabi Ibrahim AS terhadap perintah Allah untuk mengurbankan anaknya Nabi Ismail AS untuk disembelih. Nabi Ibrahim diuji apakah beliau akan mematuhi perintah Tuhannya atau menentang perintah Allah untuk menyembelih anak yang sangat beliau sayangi. Pertarungan yang sengit dalam diri Nabi Ibrahim antara pengabdian dan kepatuhan kepada Allah dengan rasa cinta dan kasih sayang terhadap anaknya. Pada akhirnya Nabi Ibrahim memilih untuk menjalankan perintah Allah untuk menyembelih anak yang sangat beliau sayangi semata-mata hanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT. Begitupula Nabi Ismail, beliau pasrah dan tunduk untuk menjalankan perintah Allah dengan hati yang ikhlas. Hal ini tercantum di dalam Al Qur’an:
فلمّا بلغ معه السّعي قال يا بنيّ إنّي أرى فى المنام أنّي أذبحك فانظر ماذا ترى قال يا أبت افعل ما تؤمر ستجدني إن شاء الله من الصّابرين
“Maka ketika anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim, dan Ibrahim berkata: “Hai Anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah bagaimana pendapatmu!”. Ismail menjawab: “Hai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. insyaAllah engkau akan mendapati aku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash Shaffat: 102)

Demikianlah Nabi Ibrahim bersiap-siap menyembelih anaknya sendiri demi pengabdian dan kepatuhannya kepada Allah SWT. Nabi Ismail pun yang saat itu masih kecil siap menjalankan perintah Allah, dimana sang ayah mengurbankan anaknya dan si anak berkurban untuk ayahnya, karena semata-mata untuk menggapai ridha-Nya. Karena itulah, Allah membalas pengabdian dan keteguhan Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail dengan menukarkan Nabi Ismail dengan seekor kibas ketika Nabi Ismail akan disembelih. Firman Allah SWT:
إنّ هذا لهو البلآء المبين وفدينه بذبح عظيم وتركنا عليه فى الآخرين سلام على إبراهيم
“Sesungguhnya hal ini adalah benar-benar merupakan ujian yang nyata. Dan karena itu Kami tebus anak itu dengan seekor (kibas) sembelihan yang besar. Kami abadikan untuk Nabi Ibrahim suatu pujian yang baik di kalangan orang-orang yang datang kemudian, yaitu kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim.” (QS. Ash Shaffat: 106-109).

Ma’asyiral muslimin wal muslimat jama’ah idul adha yang dimuliakan Allah SWT
Pengabdian dan kepatuhan yang tulus kepada Allah SWT dalam menjalankan ibadah kepada-Nya akan didapat ketika banyak berfikir dan merenung siapa kita, dan untuk apa kita diciptakan.

Oleh karena itu, marilah sejenak kita berfikir dan merenungkan kembali tentang keberadaan kita dan alam semesta yang telah diciptakan oleh sesosok Pencipta yang unggul yaitu Allah SWT setelah beberapa hari sebelumnya kita disibukkan dengan rutinitas kita yang terkadang justru melalaikan kita untuk mengingat-Nya.

Allah SWT menciptakan manusia dengan bentuk yang sangat sempurna. Fungsi-fungsi sempurna dalam sistem otak kita misalnya, jauh melebihi kemampuan komputer, produk tercanggih, teknologi mutakhir yang terus berkembang seiring dengan bergantinya masa. Bahkan, setiap organ tubuh dalam diri kita menjalankan tugas-tugasnya dengan sangat sempurna, dan berfungsi selaras dengan organ lainnya. Sebagai contoh; sistem pernafasan manusia. Untuk mengambil setarikan nafas, mulut, hidung, tenggorokan, paru-paru, jantung, dan seluruh pembuluh darah seseorang harus berfungsi bersamaan Tidak ada diantara organ-organ itu berhenti sejenak atau menjadi letih. Semuanya tunduk dan patuh kepada Penciptanya, yaitu Allah dan taat melaksanakan tugas yang telah diberikan kepadanya. Setiap organ yang terlibat dalam proses ini tangkas melaksanakan tugasnya tanpa kebingungan, kesalahan, atau penundaan dengan cara apapun. Jika saja ada yang cacat dalam keselarasan ini, maka tidak akan ada proses pernafasan yang mengakibatkan tidak akan adanya kehidupan di muka bumi ini. Kesempurnaan penciptaan manusia ini tercantum di dalam Al Qur’an surah At-Tin ayat …:
لقد خلقنا الإنسان في أحسن تقويم
“Sungguh benar-benar Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin, : )

Demikian halnya, dunia yang kita tempati sekarang ini merupakan maha karya Allah SWT yang telah dirancang agar dapat kita tempati. Besaran tekanan gravitasi, jarak antara bumi dan matahari, kadar oksigen di dalam atmosfer, dan ratusan keseimbangan peka lainnya, tidak muncul seketika atau tidak disengaja. Semua itu, tanpa keraguan adalah ciptaan Allah yang mengendalikan segalanya, mulai dari mikroorganisme renik hingga planet-planet raksasa dalam sistem tata surya. Dialah Allah yang menciptakan alam semesta dan merancangnya secara khusus dengan sangat sempurna sebagai tempat yang dapat kita tinggali. Firman Allah SWT:
“Dia memasukkan malam kedalam siang dan memasukkan malam kedalam siang dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang telah ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan orang-orang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari.” (QS. Faathir, 35:13)

Ma’asyiral muslimin wal muslimat jama’ah idul adha yang dimuliakan Allah SWT
Setelah kita mengetahui tentang keberadaan kita dan alam semesta ini adalah hasil dari ciptaan Allah yang tidak ada tandingannya. Kita sebagai umat manusia sekaligus sebagai seorang muslim harus tahu betul untuk apa Allah menciptakan kita. Firman Allah SWT:
وما خلقت الجنّ والإنس إلاّ ليعبدون
“Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk mengabdi (beribadah) kepadaKu.” (QS. ___, : )

Allah SWT menciptakan kita agar kita selalu beribadah dan mengabdi kepada-Nya. Segala rutinitas dan aktivitas yang kita kerjakan sehari-hari, baik yang sifatnya ibadah ritual atau hubungan sosial dengan sesama manusia senantiasa selalu bermuara pada keinginan untuk mencari ridha-Nya dan keinginan untuk menjadi hamba yang terbaik dalam pandangan-Nya. Janganlah kita berbuat sesuatu hanya untuk dilihat orang, agar terhormat dan mulia dalam pandangan manusia, atau hanya untuk sekedar memiliki suatu kedudukan atau jabatan dalam satu lembaga atau organisasi tertentu yang semua itu hanya bersifat sementara dengan mengorbankan tujuan sebenarnya yang dapat menghantarkan manusia memperoleh kebahagiaan yang abadi, yaitu; mencari ridha Allah dan menjadi yang terbaik diantara hamba-hamba-Nya yang saleh.

Jika seorang muslim memiliki pandangan bahwa tujuan hidupnya untuk mencari ridha Allah, maka jalan hidupnya akan dipenuhi dengan naungan rahmat dan kasih sayang Allah sehingga begitu ia terpeleset kejalan yang salah, dengan segera ia akan bertaubat memohon ampunan kepada Allah atas kesalahan dan kehilafan yang telah diperbuat.

Muslim seperti inilah yang jika ia menjadi seorang pemimpin, maka ia akan menjadi seorang pemimpin yang adil, amanah, tegas dan disiplin dalam menegakkan aturan, serta peduli dalam memperhatikan hak-hak bawahannya sehingga ia akan menjadi seorang pemimpin yang berwibawa dan disegani. Begitu pula jika ia menjadi seorang yang dipimpin, ia akan patuh dan disiplin dalam menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, tidak akan menjadi seorang penjilat yang kerjanya hanya mencari muka di hadapan pimpinannya.

Seorang muslim yang tujuan hidupnya hanya untuk mencari ridha Allah SWT, ia akan memiliki kepekaan sosial yang tinggi, rela mengorbankan harta, tenaga, bahkan jiwanya untuk membantu saudaranya yang tertimpa musibah dan orang-orang yang kesusahan yang sangat membutuhkan bantuan dan pertolongannya.

Ma’asyiral muslimin wal muslimat jama’ah idul adha yang dimuliakan Allah SWT
Bencana yang terjadi akhir-akhir ini di negeri kita, seperti gempa dan tsunami yang terjadi di wasior dan mentawai, serta erupsi gunung merapi yang terjadi di wilayah Jogjakarta dan sekitarnya tidak hanya menjadi ujian bagi mereka yang tertimpa musibah, tetapi juga menjadi ujian bagi kita semua untuk mengukur sejauh mana kepedulian dan tanggung jawab kita sebagai seorang muslim untuk membantu saudara kita yang tertimpa musibah, baik menjadi relawan dengan mengorbankan waktu dan tenaga kita untuk membantu mereka dengan memberikan pengobatan bagi mereka yang sudah terjangkit penyakit di tenda-tenda pengungsian, dengan membuatkan makanan atau mengirimkan makanan bagi mereka, atau dengan mencari jenazah-jenazah yang belum ditemukan agar bisa dikuburkan dengan layak. Bagi orang yang diberikan kelapangan harta, bisa menjadi donator yang menyumbangkan sebagian hartanya untuk disalurkan kepada mereka yang membutuhkan baik dalam bentuk uang, makanan, maupun pakaian yang layak pakai.

Disamping itu, tidak henti-hentinya kita berdo’a kepada Allah SWT agar saudara kita seiman dan sekeyakinan yang telah meninggal diampuni dosa-dosanya serta diterima amal ibadahnya, dan mereka yang masih hidup diberikan kesabaran dalam menghadapi musibah serta diberikan jalan terbaik untuk keluar dari musibah yang sedang dialami.

Ma’asyiral muslimin wal muslimat jama’ah idul adha yang dimuliakan Allah SWT

Marilah kita jadikan hari raya qurban ini sebagai perubahan pada diri kita untuk selalu meluruskan niat dalam berbuat dan bertindak semata-mata untuk mencari ridha Allah, terus berusaha untuk berjuang menjalani sisa-sisa hidup kita dengan mengorbankan apa yang kita mampu untuk memperoleh ridha-Nya baik meningkatkan ibadah ritual kita dengan memperbanyak amalan-amalan sunnah, maupun menjaga hubungan muamalah kita dengan berbuat baik dan membantu saudara kita yang betul-betul membutuhkan bantuan dan pertolongan kita. Karena untuk memperoleh kesenangan yang abadi membutuhkan perjuangan, dan tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan.

جعلنا الله من الفائزين الآمنين وأدخلنا في عباده المسلمين والحمد لله ربّ العالمين. أعوذ بالله من الشّيطان الرّجيم. إنّا أعطيناك الكوثر. فصلّ لربّك وانحر. إنّ شانئك هو الأبتر. الله أكبر الله أكبر لا إله إلاّ الله والله أكبر. الله أكبر ولله الحمد.

KHUTBAH KEDUA
الله أكبر X7
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا. الحمد لله على فضله المترادف المتوالى. أشهد أن لا إله إلاّ الله وحده لا شريك له نرقى بها فى درج المعالى. وأشهد أنّ سيّدنا محمّدا عبده ورسوله ذوالأوصاف الّتي فاق نظمها عقد الّلآلى. الّلهمّ صلّ وسلّم على سيّدنا محمّد وعلى آله وأصحابه مدى الأيّام والّليالي.
أمّا بعد. فيا أيّها المسلمون رحمكم الله، اتّقوا الله حقّ تقاته ولا تموتنّ إلاّ وأنتم مسلمون. واتّقوا الله ما استطعتم وأطيعوه وأكثروا فيه من الصّدقة والإستغفار والتّكبير فقد أمركم الله بذلك إرشادا وتعليما. إنّ الله وملآئكته يصلّون على النّبيّ يا أيّها الّذين آمنوا صلّوا عليه وسلّموا تسليما. الّلهمّ صلّ وسلّم وبارك على سيّدنا محمّد عبدك ورسولك النّبيّ الأمّيّ وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدّين وارض عنّا معهم برحمتك يا أرحم الرّاحمين.
الّلهمّ أعزّ الإسلام والمسلمين وأصلح جميع ولاة المسلمين وأهلك الكفرة و المبتدعة والمشركين ودمّر أعداء الدّين وأعل كلمتك إلى يوم الدّين.
اللّهمّ اغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات إنّك سميع قريب مجيب الدّعوات ويا قاضي الحاجات. ربّنا أفرغ علينا صبرا وثـبّت أقدامنا وانصرنا على القوم الكافرين. ربّنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكوننّ من الخاسرين. ربّنا آتنا فى الدّنيا حسنة وفى الآخرة حسنة وقنا عذاب النّار. وصلّى الله على سيّدنا محمّد وعلى آله وصحبه أجمعين. سبحان ربّك ربّ العزّة عمّا يصفون وسلام على المرسلين والحمد لله ربّ العالمين. الله أكبر الله أكبر الله أكبر ولله الحمد
والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

12 thoughts on “Khutbah Idul Adha 1433 H di Vila Gading Permai

  1. Ya Allah…berilah kemudahan bagi penghuni Vila Gading Permai untuk tahun depan dapat Berkurban lebih banyak lagi dan mdapat mensyukuru nikmat’MU yang sungguh mulia ditahun ini…amien( salut warga VGP.Com )

  2. Pingback: Indahnya Suasana Idul Adha di Vila Gading Permai | Vila Gading Permai Parung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s