Ilmu dari Adik Kelasnya Miranda Gultom

Miranda Gultom, siapa sih yang tidak kenal? mantan Pejabat senior di Bank Indonesia itu ternyata mempunyai adik kelas sewaktu kuliah di Universitas Indonesia pada tahun 80-an. Wah tahun segitu mah saya belum lahir, hehe… Adik kelasnya itu tinggal di Jabon Mekar, dekat sekali dengan Perumahan VGP. Beliau adalah Pak Haji Rustam yang rumahnya tak jauh dari Gerbang kedua VGP.

Pak Haji Rustam (usianya 60-an Tahun) adalah salah satu warga RT 03 Jabon yang rajin berjamaah di Musholla Darurrahman RT 03. Semoga beliau memang haji yang Mabrur. Kenapa saya mengatakan seperti itu? karena ada juga para Haji lainnya yang setelah melaksanakan ibadah haji tetapi ketaatannya pada ajaran Islam tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Setiap selesai zikir ba’da shalat berjamaah sudah menjadi kebiasaan Pak Haji Rustam menceritakan pengalaman hidupnya. Gaya beliau bercerita laksana membacakan sebuah buku, sangat terstruktur. Maklum alumni UI. Terutama setelah shalat shubuh. Jika beliau bercerita mengenai pengalaman hidupnya maka tak terasa beliau bercerita hingga matahari pagi mulai menampakkan dirinya. Jika hari sudah terang maka beliau akan mengakhirkan pembicaraannya karena beliau memahami kondisi saya yang masih “dijajah”.

Entah itu pengalaman hidupnya, anaknya, pengalaman sewaktu masih menjadi pegawai di Departemen Keuangan, pengalaman ketika melaksanakan ibadah haji dan masih banyak lagi. Gak bisa berhenti jika beliau sudah bercerita. Ya, hampir mirip dengan mantan koordinataor VGP, Pak Rusdiana, yang jika bercerita membuat diri enggan meninggalkan beliau untuk terus mendengarkan ceritanya.

Wah, jika apa-apa yang telah diceritakan Pak Haji Rustam dijadikan tulisan-tulisan, mungkin sudah menjadi sebuah buku biografi ya? Ilmu dari adik kelasnya Miranda Gultom ini sungguh sangat bermanfaat. Inilah salah satu keberkahan shalat berjamaah.

2 thoughts on “Ilmu dari Adik Kelasnya Miranda Gultom

  1. Dalam diri siapa pun pasti tidak ada istilah puas untuk mencari apa pun itu, baik harta,kesenangan dunia dan apalagi itu ilmu pengetahuan. Pasti semua orang akan mancari atau menggali terus hal itu walau sampai ajal akan menjemput,itu juga sudah ada dalam istilah orang tua kita”Carilah ilmu Walau sampai Negeri Cina” jadi intinya kita tidak boleh merasa puas diri dulu, dan artinya kita harus banyak belajar . Sebab orang yang suka puas diri duluan pasti orang itu kurang waras atau agak gila,karena keburu gede rasa(GR) duluan. Mungkin gini kali yaaa semua orang dianggapnya masih banyak yang kurang dan menggap dirinya paling pintar dan paling kaya,kan itu contohnya orang yang cepat puas dan akhirnya menggap orang yang disekitarnya pasti butuh dirinya sedangkan dirinya sendiri seakan tidak membutuhkan kehadiran orang lain.

    Kalau pun ada orang semacam itu disekitar kita, mungkin kita juga merasa risih juga kali yaa?….. Satu- satunya jalan kita hanya memohon kepada ALLAH agar kita dijauhakan dari sifat- sifat itu dan banyak – banyak ISTIFAR dan munajab kepada ALLAH SWT agar supaya orang tersebut diampuni dan dikembalikan kejalan yang benar, Mohon maaf hanya memberikan sperit agar kita tetap harus banyak belajar, baik dari orang lain dan lingkungan kita, termasuk dalam diri saya sendiri. Salam kompak selalu. BRAVO. VGP. KR.(Blok.A2/7)

    • Subhanallah, spirit dari Pak Karno yang membuat diri untuk terus memperbaiki diri. Untuk terus mencari ilmu. Karena memang ilmu Allah itu amat teramat luas. Jadi merugilah jika kita menghabiskan waktu untuk hal yang sia-sia belaka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s