Muhasabah di Peringatan Isra Mi’raj 1434 H

Saudaraku…
Marilah sejenak kita merenung, bukalah mata hati dan pikiran kita. Ingat kembali perjalanan hidup kita sebelum hari ini,.. sebelum malam ini. Kita sibuk dengan rutinitas keseharian kita, kita sibuk dengan pekerjaan kita.. Kesibukan kita terkadang seringkali melalaikan kita dan melupakan kita dalam mengingat-Nya.. Kesibukan kita seringkali mengorbankan kewajiban kita sebagai muslim, menunda-nunda sholat fardhu atau bahkan kita berani meninggalkannya tanpa sedikitpun ada perasaan bersalah di dalam hati.. berhitung untung rugi ketika bersedekah terhadap sesama, egois, ingin menang sendiri, tidak peduli dengan kesulitan orang lain.

Saudaraku…
Ingatlah Allah. Dialah yang membuat kita hidup.. Dunia yang kita huni sekarang ini dirancang oleh-Nya agar bisa kita tempati. Besaran tekanan gravitasi, jarak antara bumi dan matahari, kadar oksigen di dalam atmosfer, dan ratusan bahkan ribuan keseimbangan peka lainnya, tidak muncul seketika atau tak sengaja. Semua itu tanpa keraguan adalah ciptaan Allah Yang Maha Pencipta.

Saudaraku…
Alihkan perhatian kita ke dalam tubuh kita sendiri.. Allah menciptakan setiap organ tubuh kita, jantung, hati, paru-paru, lambung, ginjal dan yang lainnya menjalankan tugasnya dengan sangat sempurna, dan berfungsi selaras dengan organ lainnya. Tidak ada diantara organ-organ tubuh kita yang berhenti walaupun sejenak atau menjadi letih. Semuanya patuh dan tunduk kepada penciptanya yaitu Allah.. Udara yang disaring dan dihangatkan ketika melewati hidung kita, lalu mencapai paru-paru melalui tenggorokan. Kemudian udara ini digunakan oleh jantung, pembuluh-pembuluh darah, dan setiap sel dalam tubuh kita. Setiap organ yang terlibat selama proses ini tangkas melakukan tugasnya tanpa kebingungan, kesalahan, atau penundaan dengan cara apapun. Bayangkan oleh kita.. Jika saja ada yang cacat dalam keselarasan ini, maka mustahil ada proses pernafasan yang berakibat pada tidak adanya kehidupan di muka bumi ini.

Saudaraku..
Dalam Al Qur’an Allah SWT berfirman: “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku”. Sudahkah kita beribadah kepada-Nya dengan benar dan ikhlas?.. Sudahkah kita menunaikan kewajiban-kewajiban kepada-Nya setelah Dia memberikan hak-hak kita?..Sudahkah kita membuat-Nya ridha terhadap kita?.. atau bahkan justru kita telah membuat-Nya murka.

Saudaraku..
Allah SWT meridhai hamba-hamba-Nya yang berbakti pada kedua orang tuanya. Dia meridhai hamba-hamba-Nya yang peduli pada kesulitan tetangganya. Dia meridhai hamba-hamba-Nya yang selalu menjalin tali silaturahmi dengan keluarga, kerabat, dan tetangganya. Dia meridhai hamba-hamba-Nya yang jiwanya, pikirannya, tenaganya, waktunya, dan ilmunya ia gunakan untuk kemaslahatan Umat.. “Kahoirunnas ‘anfa’uhum linnas” sebaik-baik manusia adalah orang yang paling berguna bagi manusia.

Saudaraku…
Kita bayangkan wajah kedua orang tua kita.. ibu.. ayah.. Ingatlah saat mereka mengurus kita, mereka begitu sabar dan selalu tersenyum, letih dan lelah yang mereka rasakan dalam mengurus rumah dan pekerjaan seakan tak terlihat diwajah mereka yang mulia. Ingatlah saat kita sedang sakit, mereka sangat terpukul dan merasakan kesedihan yang mendalam. Segala cara mereka lakukan untuk kesembuhan kita walaupun dengan menjual barang-barang berharga milik mereka, bahkan dengan berhutang kepada orang lain, asalkan kita bisa sembuh. Kasih sayang mereka tak berujung dan tak mengenal waktu, bahkan di saat kita sudah dewasa seperti sekarang ini.

Saudaraku…
Marilah kita berhenti sejenak dari memikirkan urusan pekerjaan-pekerjaan kita, tataplah waktu yang terus berjalan setiap jam, setiap menit, dan setiap detik. Seiring berlalunya waktu, kita sedang bergegas menuju saat terakhir kita. Saat kita akan dikembalikan kepada Allah untuk mempertanggungjawabkan perbuatan-perbuatan kita.

Saudaraku…
Percayalah, waktu yang telah ditentukan itu pasti datang. Ia sangat mungkin datang pada kita disaat yang paling tak terduga; saat ruh kita dicabut malaikat maut, dalam sekejap semua yang terkait dengan dunia ini kehilangan maknanya dan kita akan segera melihat dengan terang bahwa yang penting adalah keimanan dan ketakwaan seseorang serta pengejarannya akan ridha Allah SWT.

Saudaraku..
Melalui renungan singkat ini, marilah kita luruskan niat kita dalam beramal, satukan hati kita dan langkah kita untuk menggapai ridha-Nya. Membangun lingkungan yang kita cintai ini menjadi lingkungan yang nyaman, tentram, dan penuh kedamaian.

Saudaraku…
Marilah kita menundukkan kepala, angkatkan kedua tangan kita.. kita berdo’a kepada Allah SWT agar Dia senantiasa selalu membimbing dan menuntun kita ke jalan yang benar, ke jalan yang Dia ridhai.. Amiin..

Ya Allah..
Kami-kami ini adalah hamba-hamba-Mu yang berlumur dosa, kami-kami ini adalah hamba-hamba-Mu yang sering lalai dalam mengingat-Mu, Kami-kami ini adalah hamba-hamba-Mu yang yang belum memahami betul arti bersyukur dalam pandangan-Mu.

Ya Allah..
Sebenarnya kami merasa malu ketika memohon kepada-Mu atas segala kebutuhan-kebutuhan kami, kami merasa malu karena belum bisa menjadi hamba yang bertakwa kepada-Mu. Akan tetapi kami yakin bahwa Engkau Maha Penyayang lagi Maha Pengampun. Ampunan dan kasih sayang-Mu amatlah luas tiada batas, bahkan lebih besar dari seluruh dosa-dosa kami.

Ya Allah..
Ampunilah kami dari segala dosa dan kesalahan kami, Ampuni kami dari kelalaian kami dalam mengingat-Mu, ampuni kami ketika hati ini belum khusyu’ dalam beribadah kepada-Mu, ampuni diri ini yang masih angkuh, sombong, dan merasa lebih baik dan lebih hebat dari hamba-hamba-Mu.
Ya Allah..

Tuntunlah kami ke jalan yang Engkau ridhai, bimbinglah sisa-sia perjalanan hidup kami, jadikan kematian kami sesuatu yang terindah dalam akhir perjalanan hidup kami di dunia ini, jadikanlah kematian menjadi bagian awal kebahagian kami menempuh kehidupan yang baru di akhirat kelak. Robbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhiroti hasanah waqina adzabannar. Amiin..

Dibacakan oleh Pembina VGP Parung Bapak Rusdiana pada perayaan Isra’ Mi’raj 1434 H

One thought on “Muhasabah di Peringatan Isra Mi’raj 1434 H

  1. Pingback: Peringatan Isra Mi’raj di Masjid Vila Gading Permai (08-06-2013). | Vila Gading Permai Parung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s